Langkah Mengukir Prestasi (bagian 3)

Setelah melalui tahapan percepatan diri, tahapan ketiga adalah :

3. Berdaya Saing Positif

Dalam setiap kesempatan dan dalam lingkungan apapun kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Sesungguhnya setiap orang memiliki naluri untuk berlomba-lomba dalam kebajikan. Akan tetapi, kita sering melihat pesaing kita sebagai musuh yang dapat merintangi kita untuk berbuat kebajikan.

Padahal jika kita melihat dengan hati yang jernih, pesaing itu adalah karunia Allah SWT yang tak ternilai. Yang membuat kita terpuruk ataupun jatuh sebenarnya bukan musuh, tapi kualitas dan kemampuan kita sendiri yang terbatas. Jauhi emosional, saingan adalah aset, banyak dari kita yang hancur karena diri kita sendiri.

Orang yang memiliki mental bersaing positif justru akan menanggapi dengan senang hati. Seolah-olah dia mendapatkan sparring partner yang akan memacu kerja lebih berkualitas. Ada sebuah ungkapan yang berbunyi, “Lebih baik menjadi juara kedua diantara juara umum, daripada jadi juara pertama diantara yang lemah.”

Orang-orang yang suka iri hati sebel dan dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positif adalah gerbang menuju kesuksesan. Marilah kawan-kawan kita bangun iklim yang positif dalam setiap kompetisi, untuk meningkatkan kualitas kita. Islam harus lebih maju dan lebih baik hari ke hari. Salam semangat dan AllahuAkbar!!!

Semarang-Boyolali 17 Rajab (27 Mei 2013)

2 thoughts on “Langkah Mengukir Prestasi (bagian 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s