Belajar dari Sebuah Bangunan

masih seperti yang dulu, tiada akan ketemu ketika ada dua orang yang saling berbantah dan berdebat ketika mereka masih mempertahankan pendapat masing2,, ya mbok jangan melihat dari satu sisisaja, lihatlah dari sisi yang lain, trus baru komentar, ambil jalan yang terbaik, seperti 2 garis sejajar yang tidak akan pernah bertemu, tapi ikatlah 2 garis itu dengan satu garis penghubung saja, maka akan bertemu,

setidaknya cari persamaannya, kita sama-sama manusia, sama Tuhannya,sama Nabinya, sama KItabnya, cuma berbeda cara membacanya,,

bukankah perbedaan itu sudah wajar dan malah bagu, ibarat bangunan yang bentuknya tidak sama semua,,

ada yang menjadi pondasi, ada yang menjadi dinding, dan ada pula yang menjadi atap. semuanya tidak saling iri hati, semua mempunyai peran masing-masing..

mari kawan, jangan menuntut pondasi menjadi atap dan jangan menuntut atap menjadi pondasi,,

jangan iri bila atap dan dinding itu sering dipuji-puji dan dielu-elukan karena keindahan dan kecantikannya,, dan bagi dinding dan atap-atap janganlah mudah terlena dan menyombongkan diri, karena adanya pondasi yang dibawah yang tak terlihat jugalah kalian dapat berdiri kokoh

kawan, mari bersatu, membentuk bangunan yang indah nan kokoh,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s