Langkah Membangun Sukses

Ketika mendengar kata sukses, dalam pikiran kita akan terbayang banyak uang, jabatan yang tinggi dll. Ada juga orang yang sudah memiliki sederet gelar akademis tapi masih belum merasa sukses. Yah, sukses itu banyak sekali maknanya, setiap orang pun kan berbeda dalam memaknai arti sebuah kesuksesan.

Harta, tahta dan gelar merupakan sebagian dari ukuran sukses. Namun dalam kenyataannya tidak sedikit orang yang tergelincirdalam kenistaan dan kesesatan karenanya. Mereka hanya mengejar kebaikan dunia dan lalai dari urusan akhiratnya.

Dalam paradigma islam, kesuksesan adlah ketika kita berikhtiar untuk kehidupan akhirat tanpa melupakan kehidupan duniawi. Kesuksesan dunia seharusnya jangan sampai menutup mata kita untuk kehidupan akhirat, serta juga sukses dunia tidaklah menutup peluang kita untuk sukses di akhirat.

Sukses yang hakiki adalah ketika kita dapat berjumpa dengan Allah SWT nanti. Apalah artinya di dunia dipuji-puji habis-habisan, segala kedudukan digenggam, harta pun bertumpuk-tumpuk, namun ternyata semua itu tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT. Naudzubillah.

Rasulullah SAW adalah contoh orang sukses yang sangat terpelihara dari kemilaunya perhiasan dunia. Orientasi beliau adalah Allah SWT, beliau adalah contoh sosok orang yang sukses dunia dan akhirat.

Dalam sebuah artikel dari Aa Gym  dikemukakan tentang bagaimana kita dapat hidup sukses dalam kesedehanaan, efektif, efisien dan produktif. Ada tujuh sikap (7T) yang sebaiknya kita miliki untuk mencapainya.

  1. Sikap Tenang

Dalam segala hal kita harus tenang. Rasulullah SAW sendiri adalah contoh pribadi yang tenang, mantap dan berwibawa. Dan ketenangan itu bukanlah ketenangan yang dibuat-buat. Ketenangan itu adalah gambaran dari keyakinan beliau yang mantab terhadap kekuasaan Allah SWT dan keyakinan beliau terhadap kemampuan dirinya sendiri. Apa yang dapat dilakukan seseorang dalam memutuskan suatu masalah ketika  dirinya sendiri dirundung gelisah, resah, galau, panik, tergesa-ges, cemas dan semacamnya? Pangkal dari sebuah ketenangan hati adalah dengan dzikrullah atau mengingat Allah SWT. Dalam Alqur’an, “Ingatlah, dengan mengingat Allah, hati kan menjadi tenteram.” (Q.S. Ar Ra’du, 28)

 

  1. Sikap Terencana

Dalam berbagai hal sebuah perencanaan mutlak  diperlukan. Ada sebuah ungkapan yang berbunyi : ‘Gagal merencanakan berarti merencaanakan gagal’. Imam Ali ra berkata bahwa kebaikan terorganisir akan mengalahkan kejahatan terorganisir. Sangat penting sebuah perencanaan itu. Ketika persiapan dan perencanaan itu sudah matang akan menghemat beaya, tenaga, pikiran dan sanggup meminimalisir resiko sebab segala sesuatunya sudah terukur secara akurat. Kendati demikian, kita juga harus sadar bahwa tugas kita adalah meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, selebihnya biarlah Allah SWT yang menentukan hasilnya.

  1. Sikap Terampil

Rasululah SAW adalah seorang pemimpin yang terampil. Keterampilan yang dimikinya dalam memimpin umat jelas merupakan buah dari hidayah, ilmu dan latihan yang terus-menerus. Patut dicatat, Nabi dulu juga pernah menjadi penggembala. Karena itu kunci untuk menjadi terampil adalah berlatih. Kita bukanlah singa yang lahir langsung menjadi ‘pemimpin’. Kita adalah manusia yang akan semakin arif ketika sudah berlatih. Maka orang yang tidak pernah serius berlatih dan intens susah mendapatkan sebuah keterampilan. Bakat kan menjadi sebuah keterampilan ketika bakat itu didayagunakan atau dilatih. Dan sebuah keterampilan adalah salah satu kunci sebuah kesuksesan.

  1. Sikap Tertib

Dalam melakukan shalat kita diperintahkkan untuk tertib. Tertib bisa berarti teratur. Orang yang hidupnya tertib, ia kan mapu menata dan mengelola waktunya yang hanya 24 jam itu dengan baik. Ia kan sanggup menyelesaikan target-target pekerjaannya secara rasional dan terukur. setiap pekerjaannya tertata, prosedural dan terpantau. Ia takut kalau ada orang yang teraniaya akibat kelakuannya. Pribadi tertib akan selalu berprinsip santun, ia akan lebih menutamakan oranglain daripada dirinya sendiri.

  1. Sikap Tekun

Tekun dapat diartikan sebagai ketangguhan dalam berproses. Orang yang tekun akan sangat menikmati pekerjaannya, sehingga lambat-laun ia akan mendapatkan hasilnya. Bukankah sebuah batu yang keras dapat bolong hanya karena ketekunan air yang setiap saat menetesinya. Jadi, pekerjaan apapun asal halal dan ditekuni dengan baik, Insya Allah akan membuahkan hasil yang tidak kita duga.

  1. Sikap Tegar

Dalam perjalanan dakwahnya Rasulullah SAW senantiasa menghadapi berbagai cobaan dan rintangan. Meski begitu, Rasulullah tetap tegar menghadapinya. Dalam Sirah Nabawiyyah dikisahkan bahwa ketika para sahabat enggan mematuhi perintahnya untuk memotong rambut saat haji wada’, maka dengan penuh ketegaran Rasulullah SAW memotong rambutnya sendiri dihadapan para sahabatnya. Akhirnya, para sahabat pun ikut memotong rambut mereka sendiri demi memenuhi perintah Rasulullah SAWyang mulia.

  1. Sikap Tawadhu

Rasulullah SAW sangat indah tawadhu’ nya. Kedudukan apa pun yang diperoleh tidak membuat beliau sombong. Siapapun yang memiliki harta, pangkat, gelar dan menempel dalam dirinya kesombongan, maka ia akan gagal. Harus dipahami bahwa kesombongan adalah sarana yang paling efektif untuk menjatuhkan martabat manusia. Pribadi yang sukses sangat menyadari bahwa tanpa ketawadhuan derajatnya akan jatuh dimata manusia apalagi dalam pandangan allah SWT. Ia sadar bahwa kesuksesan sejati adalah ketika ia berhasil meyakinkan semua yang diperolehnya hanyalah milik Allah SWT. Tenang, terencana, terampil, tertib, tekun, tegar dan tawadhu. Insya Allah akan mengantarkan kita pada gerbang kesuksesan. Allahu Akbar!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s